Momen Bisnis Penyanyi Mistis Risa Saraswati (Bahasa Indonesia)

2012

Apr  18th

Bagi penggemar Twitter, akun @risa_saraswati tentu sudah tak asing lagi. Risa Saraswati, sang pemilik akun memang sudah jadi seleb-tweet sejak kegemarannya mengirimkan cerita mistis yang ia alami. Sebenarnya, gadis berdarah Sunda ini memiliki kelebihan lain. Kegemarannya bernyanyi mendorongnya membentuk Sarasvatimusic Management.

Banyak orang mengidentikkan sosok Risa Saraswati sebagai ghost-buster. Dengan indera keenam yang ia miliki, Risa mampu berkomunikasi dengan makhluk alam lain. Komunikasi tersebut kerap dituturkannya melalui Twitter dan blog pribadinya. Tak ayal, Risa pun lebih dikenal sebagai sosok mistis.

Awalnya, Risa tak ingin dikenal dengan image mistis atau horor. Saat masih anak-anak ia rendah diri karena dianggap aneh oleh teman-temannya. Namun kemudian justru image tersebut yang kemudian mengangkat namanya.

Juni 2009 Risa bersama teman-temannya membentuk SarasvatiMusic, sebuah manajemen musik indie yang sangat populer di Bandung. Saat manajemen itu dibentuk, hanya ada Risa dan 2 temannya. Kini SarasvatiMusic digawangi oleh 12 seniman musik. Hampir setiap akhir pekan mereka tampil di acara-acara besar, terutama yang bertajuk kebudayaan.

“Walaupun lirik beberapa lagu kita dalam Bahasa Inggris, tapi kita selalu pakai instrumen budaya,” jelas Risa pada reporter SWA. The 4th Marketplace of Creative Art, ajang pembelajaran bisnis kesenian seniman Asia Tenggara pada 15 April 2012 adalah acara terakhir yang memamerkan kebolehan olah vokal Risa.

Juli 2010 lalu Risa mengeluarkan mini album solo perdananya, EP Story of Peter. Berisi 7 lagu, Risa menggandeng penyanyi legendaris Franky dan Jane pada lagu Perjalanan. Meski tidak baru, Risa selalu mampu menghadirkan sensasi yang berbeda. Dengan suara jangkrik, burung hantu, piano klasik, string harpa dan backsound choir, Risa berhasil memunculkan kesan spooky. Musik indie Risa ternyata mendapat sambutan baik. Kurang dari satu bulan, 1000 keping CD-nya ludes di pasaran.

“Buat kita sih yang penting bermusik. Uang dan profit itu kita anggap sebagai bonus saja,” ujar Risa.

Awal tahun 2012 Risa meluncurkan bukunya berjudul “Danur”. Masih bertema mistis, Risa menuliskan pengalaman uniknya berkomunikasi dengan makhluk halus dalam buku tersebut. Ia juga menceritakan pengalamannya bersahabat dengan Peter, hantu Belanda yang konon meninggal secara sadis di tangan penjajah Jepang.

Image-nya sebagai ghost-buster didukung buku Danur, penggemar Risa Saraswati semakin bertambah. Bahkan banyak yang berinvestasi untuk reproduksi album solonya hingga 10.000 keping.

“Buat saya ini seperti suatu momen untuk berbisnis sekaligus berkesenian. Saya jalani saja, biarkan mengalir,” tutur Risa. Populer sebagai seniman indie, Risa mengaku tidak tertarik mengirimkan demo suaranya pada industri label musik ibukota.


This article was published at swa.co.id website on 18th April 2012.
Click here to view the original piece of the article.